Selasa, 13 Oktober 2015

DARURAT MORALITAS REMAJA DALAM SOSIAL MASYARAKAT

DARURAT MORALITAS REMAJA DALAM SOSIAL MASYARAKAT
(Tema: Individu, Keluarga, dan Masyarakat)


          Moralitas merupakan prinsip atau standar tingkah laku yang baik. aktivitas atau kegiatan yang mengandung nilai unsur antara yang baik dan buruk yang terintegrasi menyeluruh dengan kepribadian atau tingkah laku manusia adalah sebagai moral .tentunya moralitas sebagai bangsa indonesia akan berbeda dengan moralitas bangsa lain karena setiap bangsa mempunyai pandangan yang berbeda baik dalam system pemerintahan ,budaya, sosial masyarakat, agama dan lain sebagainya. 
          Kecenderungan masalah pada generasi muda pada era globalisasi saat ini adalah mereka tidak mengerti norma moral dan etika yang harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga banyaknya generasi muda yang ikut dalam suatu perkumpulan yang pada hakikatnya tidak menguntungkan bagi mereka, malah sebaliknya, di perkumpulan tersebut seorang remaja ataupun muda-mudi dapat terbawa oleh pergaulan yang tidak baik.

          Dalam hal ini banyak diantara manusia menganggap dirinya lebih super dengan sifat egonya, dari yang lainnya sehingga dengan mudah melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain.baik secara fisik atau mental (pembunuhan karakter), sehingga muncul sifat kriminalisme, radikalisme,arogansi, intimidasi,kekerasan, ekploitasi, menteror ,korupsi dan lain sebagainya.sifat-sifat itu mulai terindikasi dalam kepribadian dan perbuatan pada sebagian masyarakat kita.




          Salah satu upaya yang harus dilakukan terus menerus oleh komponen bangsa ini yang memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di masayarakat secara menyeluruh adalah untuk mencari alternative dan strategi untuk berupaya maksimal dalam menanamkan nilai-nilai moral yang baik pada semua tataran lapisan masyarakat agar memiliki ,mencintai, mengenal terhadap Negara Indonesian sebagai Negara kesatuan republik Indonesia yang terdiri dari berbagai wilayah dari sabang sampai maroke.yang memiliki masyarakat yang santun dan berbudi luhur. 
         
         

          Terjadinya penurunan moral tersebut pada hakikatnya tidak terlepas dari faktor internal (keluarga) karena dari dalam keluargalah faktor utama yang dapat menghambat atau setidaknya seorang anak dapat dikendalikan. Misalnya saja dengan bimbingan dan arahan dari orang tua, seorang anak diberi nasihat-nasihat yang baik tidak hanya pada saat berkumpul bersama saja, namun di sela-sela waktu yang ada hendaknya diberi arahan yang baik.
          Seorang anak juga harusnya dikontrol tentang pergaulannya kapan waktunya untuk main dan mengerjakan pekerjaan ataupun tugas-tugasnya yang lain. Serta membatasi pergaulan remaja agar tidak terbawa teman-temannya yang mungkin penghuni pergaulan bebas (negatif). 
         
Faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya moral dan etika generasi muda
1.         Longgarnya pegangan terhadap agama
2.         Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumahtangga, sekolah maupun masyarakat.
3.         Dasarnya harus budaya materialistis, hedonistis dan sekularistis.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan menurunnya moral dan etika generasi muda saat ini adalah: 
1.     Salah pergaulan, apabila kita salah memilih pergaulan kita juga bisa ikut-ikutan untuk melakukan hal yang tidak baik
2.     Orang tua yang kurang perhatian, apabila orang tua kurang memperhatikan anaknya, bisa-bisa anaknya merasa tidak nyaman berada di rumah dan selalu keluar rumah. Hal ini bisa menyebabkan remaja terkena pergaulan bebas.
3.     Ingin mengikuti tren, bisa saja awalnya para remaja merokok adalah ingin terlihat keren, padahal hal itu sama sekali tidak benar. Lalu kalau sudah mencoba merokok dia juga akan mencoba hal-hal yang lainnya seperti narkoba dan seks bebas.
4.     Himpitan ekonomi yang membuat para remaja stress dan butuh tempat pelarian.

Solusi untuk mengatasi penurunan moral dan etika pada generasi penerus

1.     Untuk menghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral dan kepribadian seseorang.
2.     Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.
3.     Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk mengurangi pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. 
4.     Diadakannya pembinaan moral dan akhlak, diharapkan, dengan bekal pembinaan moral dan akhlak yang baik dan kuat, mereka nantinya tidak mudah terjerumus dipengaruhi hal yang negatif lagi.
5.     Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh.

6.     Melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif, seperti ikut dalam suatu perkumpulan remaja masjid, ikut pengajian-pengajian rutin, pagelaran seni, serta olahraga,
















SUMBER :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar